BANDA ACEH | Sosok Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Andi Kirana, S.I.K., M.H., kembali menjadi perhatian publik usai memimpin langsung pengamanan aksi unjuk rasa JKA Jilid II di depan Kantor Gubernur Aceh.
Di tengah cuaca hujan dan situasi yang sempat memanas, pengamanan berlangsung aman, tertib, dan humanis berkat pendekatan persuasif yang diterapkan jajaran Polresta Banda Aceh.
Sejak siang hingga malam hari, Kombes Andi Kirana tampak tetap bertahan di lokasi bersama personel pengamanan. Dengan sikap tenang dan penuh tanggung jawab, ia memastikan seluruh rangkaian aksi mahasiswa berjalan sesuai aturan hukum tanpa menimbulkan benturan maupun gesekan.
Kapolresta Banda Aceh bahkan turun langsung berdialog dengan massa mahasiswa. Kehadirannya di tengah peserta aksi dinilai menjadi simbol ketegasan yang dibalut pendekatan kemanusiaan. Dalam arahannya, ia memastikan seluruh mahasiswa yang sempat diamankan akan dipulangkan dengan selamat.
“Saya bertanggung jawab, malam ini semuanya kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” ujar Kombes Andi Kirana di hadapan mahasiswa dan personel pengamanan.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Kasatpol PP Provinsi Aceh, Tarmizi, menilai pola pengamanan yang dilakukan Polresta Banda Aceh berlangsung profesional dan sesuai prosedur hukum. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan Satpol PP menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Tidak hanya fokus menjaga keamanan, Kombes Andi Kirana juga mengedepankan nilai kekeluargaan dan dialog dalam menghadapi massa aksi. Ia meminta mahasiswa membubarkan diri secara tertib dan kembali ke rumah masing-masing demi menjaga stabilitas daerah tetap aman dan damai.
Sikap humanis yang diperlihatkan Kapolresta Banda Aceh mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kehadiran aparat hingga malam hari demi memastikan aktivitas warga tetap berjalan normal dinilai mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan tanpa mengesampingkan pendekatan persuasif.
Pengamanan aksi JKA Jilid II menjadi gambaran bahwa penyampaian aspirasi di muka umum tetap dapat berlangsung dengan tertib apabila dilakukan melalui komunikasi yang baik, pendekatan dialogis, serta pengamanan yang profesional dan terukur.[]
Editor : Redaksi/safrina

Social Header