BIREUEN | Bus Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Putra Pelangi BL 7547 AA rute Medan–Sigli terjun ke sawah di kawasan Desa Meunasah Alue, Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Insiden tersebut terjadi saat sopir berusaha menghindari tabrakan dengan truk dari arah berlawanan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bus mengalami kerusakan di bagian depan, bawah, serta dinding kiri dan kanan.
Bus berbadan lebar itu masuk ke sawah di sisi kanan jalan dari arah Bireuen, sekitar 12 kilometer barat Kota Bireuen, setelah menabrak tembok beton penahan tanah di dekat sebuah warung kopi.
Saat kejadian, bus hanya berisi kru tanpa penumpang. Bus dikemudikan oleh Nasrizal (36) warga Besitang, Kabupaten Langkat. Ia didampingi sopir kedua Kadafi (36) dan kernet Ayi (30). Ketiganya selamat tanpa luka serius.
Bus hendak melewati truk
Menurut keterangan sopir di lokasi, bus baru saja selesai diperbaiki di Lhokseumawe dan berangkat menuju Sigli pada Senin (11/5/2026) pukul 22.00 WIB.
Dalam perjalanan, bus sempat tertahan antrean lebih dari dua jam di Jembatan Bailey Kutablang.
Setibanya di lokasi kejadian pada dini hari, bus hendak melewati sebuah truk yang terparkir di tepi kiri jalan.
Namun, secara bersamaan muncul truk lain dari arah berlawanan Banda Aceh–Medan. Untuk menghindari tabrakan fatal, sopir membanting setir ke kanan hingga bus keluar jalur dan terjun ke sawah.
"Bus hendak melewati truk yang berhenti di pinggir jalan, bersamaan ada truk dari depan. Untuk menghindari tabrakan, saya banting setir ke kanan hingga bus masuk sawah,” ujar Nasrizal dilokasi kejadian.
Terlihat juga, Sejumlah anggota Satlantas Polres Bireuen yang dipimpin Kasat Lantas Irwansyah Nasution langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.


Social Header