PIDIE JAYA | Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menggagas program Community Development berbasis peternakan rakyat tangguh bencana di Gampong Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Program ini difokuskan pada penguatan ketahanan pakan, kesehatan ternak, dan pemberdayaan peternak pasca bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Universitas Syiah Kuala yang bekerja sama dengan Pemerintah Gampong Lueng Bimba Kabupaten Pidie Jaya serta didukung oleh LPDP melalui skema Community Development Program Enhancing Quality Education for International University Impacts of Recognition (EQUITY): Times Higher Education Impact Ranking Universitas Syiah Kuala.
Ketua tim pengusul, Ir. Hendra Koesmara, S P.t., M,Sc., IPM mengatakan program ini dirancang sebagai upaya pemulihan sektor peternakan rakyat yang terdampak bencana sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.
"Bencana banjir tidak hanya merusak infrastruktur dan lahan hijauan pakan ternak, tetapi juga menurunkan produktivitas ternak serta pendapatan peternak. Karena itu, program ini hadir untuk membangun sistem peternakan rakyat yang lebih adaptif dan tangguh terhadap risiko bencana,” ujarnya.
Turut membersamai anggota tim diantaranya Ir. Muhammad Resthu, S P.t., M,Si., IPM, Ir. Said Mirza Pratama, S P.t., M,Si., IPM serta Ir. Muhammad Ammar, S P.t., M,Si., IPM yang sekaligus menjadi pemateri pada kegiatan pertama berupa sosialisasi peran mineral blok untuk ternak ruminansia. Produk ini berfungsi sebagai suplemen mineral dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak pascabencana.
Kegiatan ini diawali dengan pemberian kata sambutan mewakili Dekan Fakultas Pertanian USK yang pada kesempatan kali ini disampaikan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Bapak Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc.
Beliau menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim pengabdian yang telah menjalankan kegiatan ini, dan apresiasi kepada Pejabat Setempat dan seluruh masyarakat desa yang turut terlibat dan berpartisipasi dalam menyukseskan program ini.
Terwujudnya kegiatan ini berkat dukungan pendanaan dari program Equity Universitas Syiah Kuala World Class University untuk mewujudkan jargon kampus berdampak.
Pembukaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Meunasah Gampong Lueng Bimba dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Dr. H. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH.
Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Pidie Jaya mengatakan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen dari Universitas Syiah Kuala sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat, hendaknya kegiatan seperti ini dapat dilakukan di gampong-gampong lainnya yang ada di Kabupaten Pidie Jaya.
Selain produksi mineral blok, pada kesempatan yang sama, Tim pengabdian turut melaksanakan pemberian vitamin serta obat cacing sebagai bentuk pelayanan kesehatan bagi ternak.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan stres fisiologis ternak pascabencana dan meningkatkan produktivitas ternak masyarakat.
Pada kegiatan selanjutnya, tim juga membangun demplot bank hijauan pakan di lahan terdampak banjir dengan menanam hijauan unggul seperti rumput odot, Indigofera zollingeriana, dan Setaria sphacelata.
Program rehabilitasi lahan ini diharapkan menjadi sumber cadangan pakan berkelanjutan sekaligus memperkuat sistem pakan ternak rakyat di masa mendatang.
Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Takana Jaya Gampong Lueng Bimba serta didukung mahasiswa dari Fakultas Pertanian USK. Mahasiswa dilibatkan secara langsung mulai dari tahap identifikasi kebutuhan, implementasi teknologi, pendampingan masyarakat, hingga evaluasi program.
Program Community Development ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 yakni Zero Hunger, melalui penguatan ketahanan pangan berbasis peternakan rakyat.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama pada aspek keterlibatan mahasiswa di luar kampus, hilirisasi inovasi dosen, dan dampak sosial kepada masyarakat.[]

Social Header