BANDA ACEH | Dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan pariwisata Banda Aceh terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Wali Kota Banda Aceh periode 2017–2022, Aminullah Usman, salah satu figur yang dikenal sebagai penggerak UMKM di ibu kota Provinsi Aceh, kembali menunjukkan dukungannya terhadap geliat usaha kuliner lokal.
Dukungan tersebut terlihat saat Aminullah Usman menyambangi SP Lima Kupi & Resto di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh. Di tengah aktivitasnya, Aminullah menyempatkan diri menikmati beragam sajian khas Aceh sekaligus melihat langsung geliat usaha kuliner yang berkembang di salah satu kawasan strategis pusat kota.
Beragam menu tradisional tersaji di tempat tersebut, mulai dari ubi rebus, pisang goreng, kacang rebus, aneka kue, mi, hingga berbagai hidangan bercita rasa Aceh. Keberagaman menu itu menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan kekayaan kuliner lokal dalam suasana yang dikemas lebih modern dan nyaman.
Bagi Aminullah, perkembangan usaha kuliner tidak sekadar berkaitan dengan aktivitas perdagangan makanan dan minuman. Lebih jauh, kuliner merupakan bagian penting dari rantai ekonomi sekaligus wajah pariwisata sebuah daerah.
Ia berpandangan, Banda Aceh memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor wisata berbasis pengalaman. Selain dikenal sebagai kota religi dan memiliki jejak sejarah yang kuat, Banda Aceh juga mempunyai kekayaan kuliner yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, Aminullah mendorong pelaku usaha kuliner untuk terus menjaga karakter cita rasa Aceh sembari melakukan inovasi dalam penyajian, pelayanan, maupun pengembangan menu. Menurutnya, perpaduan antara keaslian rasa dan kreativitas menjadi kunci agar kuliner Aceh mampu bersaing serta memiliki daya tarik yang lebih luas.
"Wisata tidak hanya soal destinasi yang dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang dibawa pulang. Kuliner menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut,” menjadi semangat yang terus didorong Aminullah dalam melihat potensi pengembangan pariwisata Banda Aceh.
Ia juga menilai pertumbuhan restoran, kedai kopi, dan usaha kuliner lainnya memiliki efek berantai terhadap penguatan UMKM. Ketika sebuah usaha berkembang, peluang kerja terbuka, produk lokal terserap, dan perputaran ekonomi masyarakat ikut meningkat.
Dalam konteks itu, keberadaan SP Lima Kupi & Resto dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata Banda Aceh. Dengan pilihan menu yang beragam, mulai dari makanan khas Aceh hingga sajian yang lebih umum, tempat tersebut berpotensi menjangkau berbagai segmen pengunjung.
Mulai dari masyarakat lokal, keluarga, komunitas, pelaku usaha hingga wisatawan, seluruhnya dapat menikmati kuliner sekaligus suasana perkotaan Banda Aceh. Konsep semacam ini, menurut Aminullah, perlu terus dikembangkan agar pusat kota tidak hanya menjadi ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pengalaman wisata.
Lebih jauh, Aminullah berharap sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, pengusaha kuliner dan masyarakat dapat terus diperkuat. Promosi kuliner lokal juga harus berjalan beriringan dengan promosi destinasi wisata, sehingga wisatawan yang datang ke Banda Aceh memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama dan kembali berkunjung.
Banda Aceh, katanya, memiliki paket wisata yang sangat potensial. Jejak sejarah, wisata religi, budaya, kuliner, hingga konektivitas menuju sejumlah destinasi unggulan seperti Sabang merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan secara terpadu.
"Kuliner yang baik bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata dan identitas sebuah kota,” demikian pesan yang ingin terus dikedepankan Aminullah dalam mendorong kemajuan UMKM dan pariwisata Banda Aceh.
Kehadiran tokoh seperti Aminullah di tengah pelaku usaha juga menjadi pesan bahwa kemajuan ekonomi daerah tidak dapat dilepaskan dari kekuatan UMKM. Ketika usaha lokal tumbuh, sesungguhnya masyarakat turut mengambil bagian dalam membangun wajah ekonomi dan pariwisata Banda Aceh yang lebih dinamis, berdaya saing, dan berakar pada identitas Aceh.[]

Social Header