BIREUEN | Tgk. Hanafiah M. Ali, S.Ag., MA, bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Besar Baitunnur Peudada, Kemukiman Krueng, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Jumat (21/8/2026). Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Tanda-Tanda Umat Muhammad SAW” dan mengajak jamaah memperkuat iman, persaudaraan, salat serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Mengacu pada kandungan Surah Al-Fath ayat 29, Tgk. Hanafiah menjelaskan sejumlah karakter yang semestinya melekat pada diri umat Nabi Muhammad SAW.
Pertama, menjaga Islam dan iman hingga akhir hayat. Menurutnya, seorang Muslim harus berusaha mempertahankan keimanan sampai kembali menghadap Allah SWT, dengan keyakinan bahwa Islam merupakan agama yang diridhai dan diterima di sisi-Nya.
Kedua, hidup dalam persaudaraan. Umat Muhammad SAW harus memiliki kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama. Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa iman seseorang belum sempurna hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Ketiga, mendirikan dan menjaga salat. Salat lima waktu merupakan salah satu pembeda penting antara seorang Muslim dengan orang kafir. Karena itu, umat Muhammad SAW hendaknya tidak meninggalkan salat dan menjadikannya sebagai bagian utama dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat, senantiasa mencari ridha Allah SWT. Setiap perbuatan hendaknya dipertimbangkan dengan pertanyaan sederhana: apakah perbuatan tersebut diridhai Allah atau tidak. Jika mendatangkan ridha Allah, maka hendaknya dilaksanakan; sebaliknya, jika bertentangan dengan ketentuan-Nya, harus ditinggalkan.
Kelima, memiliki tanda-tanda kesucian dan cahaya iman. Tgk. Hanafiah mengingatkan pentingnya wudu dan menjaga kesucian sebagai bagian dari persiapan seorang Muslim ketika menghadap Allah SWT melalui ibadah, khususnya salat.
Di hadapan ratusan jamaah, Tgk. Hanafiah mengajak umat Islam agar tidak hanya mengaku sebagai umat Nabi Muhammad SAW, tetapi benar-benar berusaha menghadirkan tanda-tanda tersebut dalam kehidupan.
“Semoga kita menjadi umat Muhammad SAW yang mendapat syafaat beliau, memiliki tanda-tanda sebagai umatnya, dan pada hari kiamat dipanggil oleh Rasulullah SAW sebagai umatnya serta dimasukkan Allah SWT ke dalam surga bersama orang-orang saleh,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, khatib juga mengajak jamaah menyambut bulan Maulid dengan memperbanyak kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan kehidupan beliau sebagai teladan.
“Jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah, contoh teladan dalam kehidupan, dengan akhlak yang mulia, sehingga kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya dalam ucapan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ajaknya.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, 12 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaan khutbah tersebut, Tgk. Hanafiah turut didampingi Imum Syiek Masjid Besar Baitunnur Peudada sekaligus Pimpinan Dayah Nurul Islam, Tgk. Kamaruzzaman.
Khutbah Jumat tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi jamaah bahwa menjadi umat Nabi Muhammad SAW bukan sekadar identitas, tetapi harus dibuktikan melalui iman yang kokoh, ibadah yang terjaga, persaudaraan, akhlak mulia, serta ketundukan kepada Allah SWT.[]

Social Header