BANDA ACEH | Belum genap sebulan mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Teguh Priyambodo Nugroho, S.I.K., mulai memperlihatkan corak kepemimpinan yang tenang, humanis, namun tetap tegas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dipercaya Kapolda Aceh untuk memimpin Polresta Banda Aceh sejak 7 Agustus 2026, Teguh langsung menghadapi dinamika tugas di wilayah ibu kota provinsi. Kendati masa kepemimpinannya masih relatif singkat, sejumlah momentum menunjukkan bagaimana perwira tersebut memilih pendekatan yang mengedepankan komunikasi, kehadiran di lapangan, serta pengendalian situasi secara terukur.
Salah satu tantangan penting muncul pada 15 Agustus 2026, ketika rangkaian peringatan Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman diwarnai dinamika yang membutuhkan penanganan secara cermat. Teguh memilih turun langsung ke lapangan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan memastikan situasi tetap terkendali.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kepemimpinan Teguh tidak bertumpu pada banyak pernyataan, melainkan lebih mengedepankan tindakan. Ketenangan dalam menghadapi situasi, kesediaan mendengar persoalan di lapangan, serta kemampuan menjaga soliditas personel menjadi bagian dari karakter kepemimpinannya yang mulai terlihat.
Semangat Presisi pun berupaya diterjemahkan dalam bentuk kehadiran nyata. Polisi tidak hanya dituntut bertindak ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan, komunikasi dan kegiatan sosial.
Gambaran itu kembali terlihat pada Minggu (23/8/2026). Di bawah kepemimpinan Teguh, personel Polresta Banda Aceh turun bersama melakukan pembenahan dan pengecatan sejumlah bagian Masjid Raya Baiturrahman.
Kehadiran polisi dalam kegiatan tersebut menjadi potret lain dari wajah kepolisian. Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol sejarah, identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh. Karena itu, keterlibatan personel kepolisian dalam merawat kawasan tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sosial masyarakat.
Bagi Teguh, menjaga keamanan Banda Aceh bukan semata-mata menjalankan kewajiban institusional. Tugas tersebut juga menuntut kemampuan memahami karakter masyarakat yang menjunjung tinggi nilai agama, adat, kebersamaan dan penghormatan terhadap ruang-ruang yang memiliki nilai sejarah.
Di sisi lain, tugas penegakan hukum dan pelayanan masyarakat tetap berjalan. Jajaran Polresta Banda Aceh terus menjaga situasi keamanan, menangani berbagai persoalan hukum, memperkuat pengamanan wilayah serta membangun komunikasi dengan masyarakat.
Kombinasi antara ketegasan dalam penegakan hukum dan pendekatan humanis menjadi warna yang mulai melekat dalam kepemimpinan Teguh. Ia berusaha menunjukkan bahwa polisi dapat hadir sebagai aparat penegak hukum sekaligus bagian dari masyarakat yang ikut menjaga dan merawat lingkungan sosial.
Tak mengherankan jika dalam waktu yang relatif singkat mulai muncul harapan dari sejumlah kalangan agar Teguh dapat dipercaya melanjutkan kepemimpinan sebagai Kapolresta Banda Aceh definitif. Harapan tersebut tentu menjadi bagian dari dinamika penilaian publik terhadap kinerja seorang pejabat yang baru memulai tugasnya.
Saat ini, aktivitas masyarakat Banda Aceh kembali berlangsung normal. Ruang-ruang publik tetap hidup, kegiatan ekonomi berjalan dan wisatawan dapat menikmati Banda Aceh sebagai kota yang menawarkan kekayaan sejarah, budaya serta wisata religi.
Perjalanan Kombes Pol. Teguh Priyambodo Nugroho sebagai Plt Kapolresta Banda Aceh memang masih berada di fase awal. Namun, sejumlah langkah yang telah ditunjukkan mulai membentuk satu kesan: tenang dalam menghadapi situasi, tegas dalam menjalankan tugas, humanis dalam membangun komunikasi, dan hadir langsung ketika masyarakat membutuhkan.
Bagi Banda Aceh, keamanan bukan sekadar persoalan menjaga ketertiban. Keamanan merupakan kepercayaan publik yang harus dirawat bersama. Dan di tengah dinamika ibu kota Aceh, kepemimpinan Teguh kini tengah diuji untuk membuktikan bahwa kepercayaan tersebut dapat dijaga melalui kerja nyata, konsistensi dan kedekatan dengan masyarakat.[]

Social Header