BANDA ACEH | Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi setelah menerima penghargaan sebagai Penggerak Riset dan Peningkatan Kekayaan Intelektual untuk Mewujudkan Aceh yang Kompetitif di Tingkat Nasional dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh.
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Dr. Drs. Meurah Budiman, S.H., M.H., kepada Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dalam Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke-81, Rabu (19/8/2026).
Rektor USK menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi penting bagi seluruh sivitas akademika untuk semakin memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan kekayaan intelektual. Menurutnya, penghargaan ini sejalan dengan komitmen USK untuk menghadirkan hasil penelitian yang tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Mirza menegaskan bahwa penguatan kekayaan intelektual merupakan bagian strategis dalam mendorong hilirisasi hasil riset. Karena itu, dosen dan peneliti USK terus didorong tidak hanya menghasilkan temuan dan inovasi baru, tetapi juga memastikan karya tersebut mendapatkan perlindungan hukum, dapat dikembangkan, serta memiliki peluang untuk diaplikasikan dalam dunia usaha, industri, maupun pelayanan publik.
Untuk memperbesar dampak riset tersebut, USK juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, serta masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar hasil penelitian dan inovasi kampus dapat tumbuh menjadi kekuatan baru bagi peningkatan ekonomi, kesejahteraan, serta daya saing Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Aceh Meurah Budiman menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, serta mitra strategis dalam menghadirkan pelayanan hukum yang berkualitas. Menurutnya, peringatan Hari Pengayoman ke-81 harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh jajaran bekerja dengan orientasi utama kepada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia juga mengingatkan agar pelayanan publik terus diarahkan menjadi lebih cepat, mudah, efektif, dan solutif. Pemanfaatan teknologi, penyederhanaan proses, serta penyelesaian persoalan secara tepat diharapkan menjadi budaya kerja yang semakin kuat.
“Ketika masyarakat datang membawa masalah, pastikan mereka pulang membawa solusi,” ujar Meurah. Penghargaan kepada USK menjadi salah satu bentuk apresiasi atas kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat riset, inovasi, serta kekayaan intelektual untuk kemajuan Aceh.[]

Social Header