ACEH TENGGARA | Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Sabtu (26/9) dini hari menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Sedikitnya enam desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak bencana tersebut.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Tenggara yang diterima asumsipublik.id, Sabtu siang, banjir terjadi di Kecamatan Lawe Sumur, Bambel, Bukit Tusam dan Ketambe.
Di Kecamatan Lawe Sumur, banjir berdampak pada Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, khususnya Dusun Nasi, serta Desa Kisam Gabungan. Sementara di Kecamatan Bambel, wilayah terdampak meliputi Desa Terutung Seperai dan Desa Pancar Iman.
Adapun di Kecamatan Bukit Tusam, banjir melanda Desa Maha Singkil. Sedangkan di Kecamatan Ketambe, Desa Kati Maju turut terdampak, terutama akibat longsor yang menimbun badan jalan nasional Kutacane-Blangkejeren.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST, MM, melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dodi Sukmariga Tajmal, M.Si, menyampaikan kepada Meugah.com, banjir dipicu meningkatnya debit Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari hingga pagi.
“Tanggul Sungai Lawe Kisam jebol di wilayah Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Dusun Nasi, sehingga air sungai meluap dan berdampak terhadap permukiman serta lahan pertanian masyarakat,” demikian laporan BPBD Aceh Tenggara.
Luapan air sungai dilaporkan merusak lahan pertanian masyarakat sekitar 40 hektare dengan usia tanaman padi rata-rata 45 hari setelah tanam di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan sekitarnya.
Banjir juga berdampak terhadap sekitar 10 hektare lahan sawah di Desa Kisam Gabungan dengan usia tanaman padi berkisar 40 hingga 45 hari setelah tanam.
Selain banjir, bencana longsor terjadi di badan jalan nasional Kutacane-Blangkejeren, tepatnya di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Material longsor menimbun badan jalan dan dilaporkan turut menumbangkan tiang listrik PLN. Kondisi tersebut sempat menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
BPBD juga mencatat fasilitas umum berupa kamar mandi atau WC umum di Dusun Lawe Bulan, Desa Batumbulan Asli, terancam hanyut akibat tergerus arus Sungai Lawe Bulan.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat 49 kepala keluarga atau 186 jiwa terdampak banjir. Namun hingga laporan tersebut disampaikan, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi untuk melakukan pendataan.
BPBD juga menurunkan satu unit alat berat excavator ke Dusun Nasi, Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur. Alat berat tersebut digunakan untuk menutup tanggul yang jebol sekaligus melakukan pengerukan sungai.
“Air sudah mulai surut,” tulis BPBD dalam laporan kondisi mutakhir bencana tersebut.
Petugas BPBD hingga Sabtu siang masih melakukan monitoring, pendataan dan dokumentasi di sejumlah lokasi terdampak serta menjalankan kegiatan Pusdalops-PB untuk memastikan perkembangan situasi di lapangan.
BPBD Aceh Tenggara mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu peningkatan debit sungai maupun bencana hidrometeorologi lainnya.[Ss]

Social Header