Breaking News

KUPS Sukseskan Pelatihan Konservasi dan Adopsi Pohon dalam Wilayah Hkm Peudada, Nasir: Siap Beri Pendampingan Bagi Yang Mengadopsi

BIREUEN | Konservasi sumber daya hutan melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) bertujuan untuk pengelolaan dan pemanfaatan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat, yang mencakup penguatan kelembagaan dan kelestarian sumber daya alam (SDA).

Dalam wawancara singkat, Ketua KUPS Muhammad Nasir, Sabtu (8/11/25), saat ditemui media, ianya menyebutkan dan menjelaskan bahwa, kegiatan hari ini yang digelar di Aula Kantor Camat Peudada, Bireuen, sebagai upaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, Khususnya disini para kelompok usaha Perhutanan, dan kepada para pihak pemangku wilayah terkait Konservasi Sumber Daya Hutan melalui HKm.

Lebih lanjut, ianya menambahkan, wilayah Hkm dipeudada Bireuen adalah salah satu bentuk wilayah perhutanan sosial yang bertujuan memberdayakan masyarakat setempat agar mandiri dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutan secara optimal dan adil. Program ini melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan secara bersama-sama dengan memperkuat kelembagaan masyarakat tani HKm." Terang Nasir.

Saat disinggung terkait bagaimana yang dikatakan Adopsi Pohon bagi Para Kelompok tersebut, Nasir juga menyebutkan dan menjelaskan, Adopsi pohon merupakan kegiatan pelestarian hutan dengan menanam pohon muda di lahan kritis, yang kemudian dirawat dan diawasi selama 3 tahun hingga pohon tersebut dapat hidup mandiri atau Pohon yang diadopsi tersebut sudah bisa dimiliki seperti Pohon yang ingin kita miliki memiliki ukuran 20 cm lingkar.

Tak hanya itu, Program adopsi pohon juga dapat berupa penerapan inovasi, teknologi, atau metode yang dikembangkan berbagai pihak untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Misalnya Pohon yang sudah bisa dimiliki tersebut bisa ditender kepara pihak, melalui sistem yang disiapkan oleh KUPS.

Ianya juga berharap, Bagi warga yang terlibat dalam adopsi pohon tidak perlu takut untuk melaporkan bila ada hal-hal terkait pohon yang diadopsi tersebut bermasalah, misalnya ditebang oleh orang yang tidak dikenal, kita selaku pihak pengawasan siap memberikan pelajaran bagi seseorang yang telah merusaknya. Mudah-mudahan semua hal-hal seperti itu tidak ada, dan mengajak warga yang terlibat dalam kelompok pelestarian hutan termasuk mengadopsi pohon, agar bisa melakukan koordinasi bersama para pemangku wilayah setempat.

Program Adopsi Pohon, juga merupakan salah satu Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Perubahan Iklim (P2HB) yang berperan sebagai fasilitator dan penyedia ruang uji coba (pilot project), bagaimanna dalam proses implementasi adopsi pohon bisa terus berkelanjutan. 

P2HB disini yang terdiri dari berbagai pihak, diantaranya salah satunya Mahasiswa dari fakultas Kehutanan dan Pertanian, juga bisa melakukan pendampingan dan penelitian untuk memastikan teknologi tepat guna memberikan manfaat nyata dalam pengelolaan hutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.

Lindungi Hutan menyediakan zaman sekarang beda dengan tahun-tahun sebelumnya, pohon yang diadopsi bisa melalui katalog pohon sebagai fitur eksploratif untuk menindaklanjuti memilih jenis pohon yang sesuai dengan nilai, lokasi, dan tujuan konservasi. 

Katalog yang disiapkan dalam hal ini memberikan informasi lengkap mengenai nama pohon yang telah diadopsi, karakteristik tumbuh, manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi, serapan karbon, lokasi penanaman, serta daftar kampanye yang menggunakan pohon tersebut jelas. Pungkas Nasir.

Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Bappeda Bireuen, LPHD Batee Gusuk, HKM Batee Lhe, HKM Meuseuraya, Mukim Krueng Mukim Blang Birah, Mukim kuta Jumpa, Keuchik Hagu dan Mahasiswa manggang dan Praktek.

Editor : Redaksi (Ir)

© Copyright 2022 - Asumsi Publik - Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini